Portalberita212.com - “Melalui siaran pers ini, kami menyataka bahwa informasi tersebut tidak benar, bohong atau hoax. Sebab PGI tak pernah membuat pernyataan seperti itu, baik secara lisan maupun tertulis,” ujar Kepala Humas PGI Jeirry Sumampow dalam keterangan tertulisnya yang dilansir dari RMol Minggu (26/2).
Dijelaskan Jeirry bahwa informasi tersebut telah disebarluaskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang ingin memperkeruh dan mengganggu suasana kerukunan kehidupan keagamaan kita, memanfaatkan momentum Pilkada DKI Jakarta 2017 ini.
“Pilkada adalah peristiwa politik untuk memilih pemimpin atau kepala daerah dari sebuah daerah. PGI menyatakan bahwa sebagai lembaga keagamaan Kristen, PGI tak pernah terlibat dalam urusan politik praktis, apalagi dalam hal dukung mendukung pasangan calon tertentu,” sambungnya.
“Karena itu, maka PGI meminta agar semua pihak tidak terprovokasi dan tidak menyebarluaskan informasi tersebut melalui berbagai macam media yang ada,” lanjut Jeirry.
Sementara kepada umat Kristen, PGI mengimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai macam provokasi seperti ini.
“Serta tetap berkomitmen menjaga kerukunan dan toleransi hidup dengan umat beragama lain,” ujarnya.
Sebelumnya beredar kabar salah satunya adalah adanya upaya pemberian uang tunai bagi ummat muslim yang memilih Ahok. Isu yang sulit dibuktikan tersebut bahkan menyebutkan uang yang disiapkan 500 ribu sampai 1 juta rupiah persatu suara.
91 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Leave a Reply