DIPUTUSKAN ZAMAN ORBA, REKLAMASI MERUSAK LINGKUNGAN APA HARUS DILANJUTKAN …?

Portalberita212.com- Soal keputusan lanjut atau tidak lanjut proyek prestisius Reklamasi, Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno meminta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat tidak buru-buru mengambil kebijakan terkait reklamasi di Teluk Jakarta. Djarot diharap mempertimbangkan kebijakan Anies-Sandi yang menolak reklamasi.

“Mari kita sama-sama tidak mendahului. Kita tunggu prosesnya dan kita pastikan apa yang menjadi janji dan rencana kerja Anies-Sandi tetap diwujudkan,” kata Sandi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (11/5).

Persoalan reklamasi, kata Sandi, saat ini sedang dibahas Tim Sinkronisasi di Rumah Partisipasi di kediaman Boy Sadikin. Tim sedang merumuskan secara rinci. Sandiaga mengaku belum mengetahui detail. Namun, dia menegaskan Anies-Sandi tetap pada komitmen awal terkait reklamasi.

“Kita tetap komitmen terhadap rencana kita untuk menolak reklamasi. Kita nggak mau berbicara policy per-policy yang rinci, tapi kita bicara gambaran besarnya saja,” ujar dia.

Sebelumnya, Djarot mengatakan, dia akan menyerahkan persoalan reklamasi Teluk Jakarta pada Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Namun, ia memastikan kontribusi tambahan sebesar 15 persen dari pihak pengembang harus tetap diberlakukan. Bahkan, Djarot akan mengusahakan kontribusi itu bisa dimasukkan dalam perda sehingga bersifat mengikat.

Proyek Reklamasi harus dilihat dari berbagai aspek, terutama lingkungan hidup. Meskipun proyek Reklamasi kabarnya sudah ditetapkan sejak zaman Soeharto, namun kalau justru membawa mudarat dan masalah lingkungan, tentu sebaiknya tidak dilanjutkan. Jangan meninggalkan warisan lingkungan hidup buruk ke anak cucu.

Apalagi sudah banyak contoh pengerukan alam warisan zaman Orba banyak rusak lingkungan.

24 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments
Tweet

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*