ATURAN BERUBAH LAGI, KEBERADAAN ORANG LAMA DI PSSI TIDAK ADA MASUKAN

Portalberita212.com- Kabar mengejutkan kembali datang dari PSSI. Induk sepak bola Indonesia itu mulai berubah pikiran terkait rencana kebijakan mereka.

PSSI akhirnya membatalkan regulasi lima pergantian pemain yang sebelumnya telah masuk draf satu dari sejumlah perubahan di Liga 1.
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi tampaknya mempertimbangkan kritikan keras dari sebagian besar klub peserta dan masyarakat yang tak setuju dengan kebijakan itu.

Anehnya, dalam kepengurusan PSSI saat ini ada mantan CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono yang seharusnya bisa memberikan masukan dan pertimbangan jika memang ia punya visi kepada kemajuan sepakbola. Sebagai orang yang lama berkecimpung di PT Liga Indonesia, Joko Driyono ternyata tidak mampu memberikan ilmunya selama ini.

International Football Association Board (IFAB) sebetulnya membolehkan jumlah maksimal pergantian pemain itu. Namun, regulasi itu hanya diperuntukkan bagi kompetisi di bawah kasta tertinggi.

Artinya, Liga 1 tak lagi menjadi kasta tertinggi jika menggunakan aturan tersebut. Dengan demikian, hilang pula kesempatan klub-klub Indonesia untuk bisa bermain di Liga Champions Asia dan Piala AFC musim depan.

Hal itulah yang menjadi keberatan utama klub-klub besar macam Persipura Jayapura, Persib Bandung, dan Arema FC. Mereka masih berharap bisa bermain di Liga Champions Asia dan Piala AFC.

Berdasarkan informasi di lingkungan PSSI, mereka juga belakangan mendapatkan sinyal dari FIFA dan AFC, klub-klub memang tak bisa tampil di kompetisi Asia jika menerapkan aturan itu.

Sebelumnya, kritikan keras juga membanjiri linimasa di media sosial terutama datang dari klub peserta. Yang paling keras adalah klub Madura United.
PSSI sendiri sengaja akan memberlakukan regulasi maksimal pergantian lima pemain untuk mengakomodasi aturan agar setiap klub memainkan minimal tiga pemain U-23.

23 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments
Tweet

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*