SETELAH NON MUSLIM, SEKARANG GILIRAN YANG MENGAKU ISLAM YANG MELAPORKAN HABIB RIZIEQ. “KEPO” DEH … BESOK SIAPA LAGI….?

Portalberita212.com - Perjuangan Habib Rizieq Shihab untuk membela Al Qur’an yang telah dinistakan oleh Ahok, terus mendapat perlawanan dari sejumlah pihak dengan melakukan proxy war, menggunakan pihak ketiga. Pemberitaan agar Habib Rizieq ditahan terus disuarakan juga oleh kelompok anti Pancasila dengan terus menerus “membujuk” atau juga memanas-manasi polisi segera menangkap Habib Rizieq.

Terkait video viral ceramahnya di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kali ini giliran Mahasiswa-Pemuda Lintas Agama (Rumah Pelita) yang membuat laporan ke Polisi. Sebelumnya, Rizieq juga dilaporkan oleh PMKRI dan SPI. Entah besok atau lusa siapa lagi yang akan berusaha menjatuhkan Habib sebagai motor kebangkitan ummat Islam Indonesia ini.

Laporan Rumah Pelita itu diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP: TBL/6422/XII/2016/PMJ Ditreskrimsus tertanggal 30 Desember 2016 ini. “Rumah Pelita melaporkan Rizieq Shihab tentang penyebaran kebencian berbau SARA untuk memecah belah persatuan dan kesatuan RI,” ujar Koordinator Rumah Pelita, Slamet Abidin di Mapolda Metro Jaya, Jumat (30/12).

Lucunya, ceramah Habib Rizieq di mimbar agama Islam justru justru dianggap memecah belah persatuan Indonesia, kata mas Slamet yang mengaku dari ummat Islam juga.

“Saudara Rizieq telah mengobok-obok dan mengolok-olok suatu keyakinan agama lain, kami dari umat Islam menyesalkan ceramah yang mengandung isu sara dan mengganggu kerukunan umat beragama itu,” ucapnya.

Rumah Pelita Turut melaporkan Habib Rizieq karena diduga telah menyinggung agama Kristen dengan menyebutkan dalam ceramahnya, ‘Yesus beranak dan bidannya siapa?’.

Dalam pelaporan itu, Rumah Pelita telah menyerahkan bukti rekaman video dari Youtube yang diunggah akun @sayareya. Mereka juga menyerahkan bukti flash disk kepada polisi.

Namun pihak FPI, serta sejumlah Advokat Muslim dan Ormas Mahasiswa Islam di Indonesia mengaku siap melakukan “ aksi hukum’ kepada mereka.

Facebook Comments
Tweet

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*